Apa tujuan posting ini?
- Bagi yg merasa ada masalah dgn performa koneksi broadband-nya
dan telah posting message namun belum sempat mendapatkan respon, anda
dapat mencoba melakukan analisa pendahuluan sendiri dgn memanfaatkan ke
dua tabel di atas sembari menunggu masukan dari member lainnya.
Keduanya berisi klasifikasi generik atas dua parameter penting yg
sering dipergunakan profesional komunikasi data untuk memeriksa kondisi
umum jaringan sebelum menentukan langkah penelusuran lebih lanjut.
- Posisi posting ke dua tabel di taruh di bagian awal dgn maksud
supaya mudah di lihat sekaligus kalau suatu hari diperlukan, sedangkan
keterangan singkat dan contoh sederhana disertakan pada bagian setelah
ini.
Jika mode pemakaian
modem menggunakan
PPPoE /
PPPoA (alias Routing Mode, atau tidak di-Bridge), nilai
SNRM dan
LA dapat diketahui melalui halaman manajemen (
web management
interface)
modem/
router ADSL masing².
Biasanya pada bagian yg berkaitan dgn "Statistic", "Diagnostic", "Connection Log", "DSL Status", dan semacamnya.
Kalau di-Bridge, anda harus masuk ke
modem/
router melalui fasilitas Telnet dan memakai instruksi²
CLI (
Command Line Interface)
untuk menampilkan data/informasi yg diinginkan. Detail dan syntax
perintah mungkin berbeda untuk tiap merk dan model (karena perbedaan
chipset, firmware, dsb).
Lihat user manual dan/atau handbook CLI yg diterbitkan pembuat
modem/chipset/firmware.
Tip: Kalau tidak mau repot, reset
modem/
router-nya dan connect kembali dgn mode Router atau Bridge+Route (PPPoE/PPPoA), pokoknya asal jangan mode Bridge murni.
[edit] PENTING !
ReSet (hard reset; cold reset) tidak sama dengan ReBoot atau ReStart.
Me-reset
modem/
router ADSL akan menghapus SEMUA konfigurasi user dan mengembalikan setting ke factory default.
Sebelum me-Reset modem, catat dulu:
- Nomer VPI dan VCI (data konfigurasi dasar koneksi ADSL TelkomSpeedy)
- Nomer Account (14xxXXxxXXxx@telkom.net) dan Password TelkomSpeedy.
- Administrator UserName dan Administrator Password dari modem/router ADSL.
Data di atas dibutuhkan unt bisa connect lagi dgn mode
Router ataupun Bridge+Route.
[edit] Contoh kasus: Koneksi sering terputus, lambat, tidak bisa connect, dsb.
Bila perolehan nilai
SNRM dan
LA
kita ternyata pada level cukup untuk memperoleh koneksi yg normal,
kemungkinan letak sumber masalah bisa diredusir dgn [untuk sementara]
mengesampingkan hal² yg berkaitan langsung dgn komponen primer pada
infrastruktur jaringan, baik itu primary
hardware kita sendiri ataupun milik provider.
Yang namanya "komunikasi" selalu melibatkan lebih dari satu
partisipan (minimal dua). Sepanjang jalur (medium) komunikasi-nya oke,
bila ada kelambatan atau hambatan lainnya, bisa jadi disebabkan karena
masalah "persepsi" (kompatibilitas software, perbedaan protokol
komunikasi, dsb). Ini menyebabkan message (isi pesan yg hendak
dikomunikasikan) harus di-retransmit ber-ulang²; dan pihak penerima
otomatis harus decoding/recoding ber-ulang² juga -- terjadilah
perlambatan, atau malah gagal sama sekali karena kedua partisipan
akhirnya "menyerah" (berhenti bertukar sinyal/data). Di mata user hal
tsb sama dengan koneksi lambat (karena tersita pengulangan proses
transmisi), atau gagal connect (tujuan koneksi tidak tercapai). Kita
bisa lihat dalam kasus ini permasalahannya tidak pada gangguan medium
namun lebih pada "tata-cara" berkomunikasi.
Bagi yg masih awam dgn dunia teknologi informasi, bila anda belum
dapat menangkap maksud tersembunyi dari berbagai analogi yg terkandung
dalam paragraf di atas, sekedar beberapa keterangan singkat berikut ini
mungkin bisa membantu.
- Protocol: Browsing, Download, Chatting, Transfer File, dan
berbagai bentuk kegiatan lainnya via Internet, dapat terselenggara
berkat adanya standar "tata-cara berkomunikasi" yg disebut "protocol"
dan "sub-protocol". Tanpa standarisasi aturan tsb berbagai macam mesin
tidak akan dapat saling berhubungan atau mengerti apa yg harus
dikerjakan.
- Coding/Decoding: Sinyal (code) dan Data (informasi) harus
disampaikan dalam format, susunan dan ukuran yang "telah disepakati",
dalam arti "dimengerti" oleh semua pihak/perangkat yg terlibat.
- Transmit/Re-transmit: Sinyal & Data boleh (dan harus)
dikirim ulang jika penerima melaporkan apa yg telah diterimanya sampai
saat itu tidak/belum sesuai dgn segala yg telah disepakati ketika
pertama kali kontak (handshake). Tergantung bagaimana penulisan kode
software-nya, frekuensi & format transmisi dapat berubah. Frekuensi
bisa dipercepat atau diperlambat. Format bisa dipendekkan, dipanjangkan,
dirubah bentuk dan/atau susunannya, dsb.
- Di antara Pengirim (initiator) dan Penerima (receptor) bisa
terdapat lebih dari satu Perantara (mediator). Salah satu mediator itu
misalnya adalah mesin yg secara generik disebut Router -- tugasnya
memilih/menganalisa/memformat-ulang/menyampaikan bit² yg melaluinya ke
pihak berikutnya (yg bisa merupakan Router atau mesin jenis lainnya).
Setelah pesan diterima, receptor wajib memberitahu initiator bahwa pesan
telah diterima dgn baik (ACKnowledge). Jalur yg harus dilalui
[biasanya] sama dng jalur pengiriman, namun tidak tertutup kemungkinan
mempergunakan jalur lain (bisa lebih jauh atau lebih dekat). Ada
bermacam jenis Router. Mediator jenis lain misalnya adalah Proxy,
Switch, dsb.
- Bila Sinyal dan/atau Data yg dikirim initiator -- sengaja atau
tidak -- berisi kode² yg "tidak dikehendaki" oleh penerima (atau
mediator), komunikasi sangat mungkin akan diputuskan. Alamat pengirim
akan dicatat, dan transmisi selanjutnya dari sumber tsb tidak akan
diproses.
Mengapa anda tidak bisa connect, atau connect-nya tidak lancar,
padahal jalur komunikasi oke?
Apakah komputer anda bersih dari malware?
Apakah kebetulan anda mendapat "identitas/alamat bekas" dari user lain
yg sebelumnya telah di-filter?
Apakah di tengah jalan transmisi anda dialihkan ke mediator "gadungan"
tanpa sepengetahuan anda?
Apakah ada aspek² tertentu pada receptor/mediator yg telah diubah
pemiliknya oleh karena satu dan lain alasan sehingga "tidak seperti
biasanya"?
Salah setting software?
Software lain berperilaku "egois" dan menghalangi komponen lainnya?
•
SNR ialah Perbandingan (ratio) antara kekuatan Sinyal (signal strength) dengan kekuatan Derau (noise level).
• Nilai
SNR dipakai untuk menunjukkan kualitas jalur (medium) koneksi.
Makin besar nilai
SNR,
makin tinggi kualitas jalur tersebut. Artinya, makin besar pula
kemungkinan jalur itu dipakai untuk lalu-lintas komunikasi data &
sinyal dalam kecepatan tinggi.
• Nilai
SNR suatu jalur dapat dikatakan pada umumnya tetap, berapapun kecepatan data yang melalui jalur tersebut.
•
SNR tidak sama dengan SNRM, namun keduanya saling berkaitan erat satu sama lainnya.
• Satuan ukuran SNR dan SNRM adalah decibel (dB) <-- logarithmic.
Meskipun dituliskan dengan cara/nama (label) yg berbeda² (
SNR, SNR Margin, Noise Margin, Margin, Receive Margin, dsb) pada tiap merk & model modem/router
ADSL, yang dilapokan oleh alat itu sebenarnya adalah nilai
SNRM, bukan nilai
SNR [kecuali kalau disebutkan demikian secara spesifik pada manual peralatan].
- Perbedaan (margin) atau Perbandingan Relatif antara Kekuatan Sinyal ADSL dengan Derau (noise) yang ada pada jalur komunikasi.
- Perbedaan antara nilai SNR_Sebenarnya
dari suatu jalur komunikasi dengan SNR_yg_Dibutuhkan oleh jalur
tersebut supaya bisa dipakai untuk menyelenggarakan komunikasi pada
suatu tingkat kecepatan tertentu.
Contoh:
Misalkan diketahui bahwa kecepatan sebesar 384 kbps membutuhkan tingkat SNR sebesar 20 dB.
Diketahui pula bahwa ternyata nilai SNR sebenarnya dari jalur yang dipakai tersebut adalah 45 dB.
Maka dapat dihitung bahwa nilai
SNRM nya adalah 25 dB, yaitu
SNRM = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan = 45 dB - 20 dB = 25 dB
• Mengapa ketika kecepatan koneksi kita ditingkatkan dari 384 kbps
menjadi 1000 kbps ternyata SNRM yang dilaporkan modem menurun, padahal
perangkat koneksi dan perkabelan tidak ada yang diganti?
Misalkan diketahui bahwa kecepatan sebesar 384 kbps membutuhkan tingkat
SNR sebesar 20 dB.
Diketahui bahwa ternyata nilai SNR sebenarnya dari jalur yang dipakai
tersebut adalah 45 dB.
Diketahui pula bahwa untuk meningkatkan kecepatan dari 384 kbps menjadi
1000 kbps dibutuhkan peningkatan
SNR dari 20 dB menjadi 30 dB.
Maka sekarang dapat dihitung bahwa nilai
SNRM nya bukan lagi 25 dB melainkan 15 dB, yaitu
SNRM (1000 kbps) = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan pada 1000 kbps = 45 dB - 30 dB = 15 dB
SNRM (384 kbps) = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan pada 384 kbps = 45 dB - 20 dB = 25 dB
- Sebagian merk/model ADSL Modem/Router menunjukkan dua nilai SNRM:
[edit] DownStream SNRM dan UpStream SNRM.
- Pada umumnya, nilai SNRM terendah yang diperlukan supaya proses SYNCH (sinkronisasi frekuensi sinyal antara modem ADSL kita dengan modem di peralatan DSLAM)
dapat berlangsung dengan lancar adalah ±6,0 ~ ±7,0 dB. Nilai inilah
yang biasa dicantumkan oleh pembuat modem pada manual sebagai
persyaratan minimal supaya modem mampu bersinkronisasi dengan perangkat
penyelenggara layanan koneksi. Pada kenyataanya kondisi jaringan berbeda
satu sama lainnya. Sebagian jaringan mungkin membutuhkan SNRM minimal sampai ±10 dB.
- SNRM
hanya dapat diukur secara benar dari sisi pelanggan, yaitu dari soket
telepon di mana modem kita hubungkan. Nilainya dapat -- dan kemungkinan
akan -- berfluktuasi dari waktu ke waktu karena pengaruh interferensi
sinyal radio, perangkat elektrik/elektronik lain di sekitar dan
disepanjang jalur yang dilalui kabel tersebut, termasuk perubahan cuaca
dan iklim.
- Bersihkan soket telp. Air seni dan kotoran hewan lainnya akan
menimbulkan oksidasi logam dan jamur yg membuat kelembaban meningkat.
- Jangan taruh soket telp di lantai atau menanamnya di tembok yg lembab.
- Hindari jaringan kabel telp yg banyak sambungan (di dalam
maupun di luar rumah). Kalau perlu ganti dgn satu lajur utuh dari tiang
telp sampai ke modem. Permintaan penggantian kabel dapat diajukan ke
kantor Telkom setempat, biasanya dgn menghubungi nomer 117 (namun bisa
segera dilaksanakan atau tidak tergantung persediaan kabel luar
setempat).
Kabel listrik bertegangan tinggi yg melintang relatif dekat dgn jaringan kabel telp bisa menjadi sumber gangguan.
Pemasangan kabel yg ceroboh (kendor di terminal) juga akan menimbulkan masalah.
- Jangan taruh telp atau memasang kabelnya terlalu dekat dgn
sumber radiasi elektromagnetis (speaker, AC, dsb) dan sumber gelombang
radio (microwave; antena in-door, wireless handset transceiver, dsb).
Untuk perkabelan, beri jarak minimal ±30cm (1 feet); taruh lebih jauh
lagi kalau ada sambungan kabel terbuka (segera dibungkus isolator).
- Jangan meletakkan handphone yg dalam keadaan aktif dekat dgn
perangkat komputer, apalagi modem! Ini cenderung selalu disepelekan ...
rasakan sendiri akibatnya... tongue
- Ganti trafo lampu neon tua, apalagi kalau sudah mengeluarkan bunyi.
- Jangan meletakkan stabiliser [terutama stabilizer elektromekanis; stavol] dekat dgn perangkat komputer (kurang dari ±1 m).
- Nilai LA menunjukkan seberapa jauh kualitas sinyal dari/antara modem pelanggan sampai ke perangkat DSLAM
di Sentral Otomat Telkom telah terdegradasi (melemah; menurun mutunya).
Sama halnya dgn penurunan beda potensial (voltage) di ujung akhir
akibat penggunaan kabel listrik yg terlalu panjang tanpa penguat.
- Faktor jarak sangat berperan. Yang dimaksud dgn "jarak" di
sini adalah jarak total panjangnya kabel, bukan seberapa jauh
rumah/kantor kita dari DSLAM
dan/atau Sentral Otomat Telkom. Biarpun bangunan hanya terpisah tembok,
rangkaian kabel telp bisa saja berputar dulu mengelilingi blok
perumahan.
Makin jauh jarak modem anda dengan peralatan di
DSLAM,
makin tinggi nilai redamannya, alias makin buruk keadaannya (akibat
makin tingginya jumlah sinyal yang hilang/teredam/melemah disepanjang
jalur).
Makin rendah nilai
LA,
makin besar kemungkinan kita akan mendapatkan kecepatan koneksi yang
lebih tinggi (karena kualitas sinyal relatif terjaga, tidak banyak
teredam/hilang/melemah akibat panjangnya jalur yang harus dilalui).
- Selain panjang, diameter kabel (0,3~0,6 mm) juga berpengaruh,
demikian pula dgn kondisinya (oksidasi, lembab/basah, sambungan kendor,
banyak sambungan, dsb).
- Periksa/test splitter dan/atau micro-filter. Angkat gagang
telp. Dengarkan suara nada pilih. Suara berdenging atau kemerosok di
pesawat telp dapat menjadi salah satu indikasi kerusakan splitter.
Kemudian tekan tombol 0 dan simak. Tak boleh ada suara apapun di sini.
- Jangan pakai splitter bermutu rendah, karena malah lebih
sering menimbulkan gangguan daripada melaksanakan tugas sebenarnya
(memisahkan frekuensi rendah dgn frekuensi tinggi). Frekuensi Rendah unt
dilalui sinyal analog (voice); Frekuensi Tinggi unt sinyal digital ADSL.
- Radiasi elektromagnetik (EMI/EMR/EMP) yg diakibatkan oleh sambaran petir di dekat jaringan kabel Telkom, PLN,
atau disekitar tempat tinggal kita, dapat merusakkan rangkaian
elektronik splitter. Jika kekuatannya cukup besar, ekses akan tembus ke
UPS/Stabilizer, pesawat telepon/PABX, modem/router, mainboard + peripherals komputer, dan peralatan elektronik lainnya.
[edit] CATATAN TAMBAHAN
- Parameter lainnya (seperti Transmit/Receive Power, dll) akan
disusulkan kalau waktu dan tenaga menginjinkan serta sumber daya lain
(quota bandwidth, dsb) masih tersedia.
- Permasalahan koneksi ADSL broadband TelkomSpeedy tidak hanya
disebabkan oleh apa yg telah ditulis di atas. Cukup sering terdeteksi
bahwa setelah di-trace ternyata bottle-neck (penyempitan) ada di network
node milik SingTel Singapore (partner bisnis dari mana saat ini Telkom
masih "kulakan" bandwidth).
Lagi, jika waktu & tenaga mengijinkan bla...bla...bla... -- dan
tak ada kesulitan dgn fasilitas upload image yg disediakan forum --
hasil tracing dgn signal plotter akan saya sertakan di forum sbg bahan
masukan tambahan.
- Telah lama diketahui bahwa pada jam² sibuk (peak hours; jam
kantor; ±08:30~17:00~21:00WIB), mutu koneksi ADSL broadband TelkomSpeedy
mengalami penurunan drastis akibat network congestion (kemacetan di
jaringan akibat lalu-lintas pemakaian bandwidth melebihi kapasitas
terpasang). Dalam hal ini jelas tak ada permasalahan teknis apapun pada
semua perangkat yg terlibat (user, provider, dan partner komunikasi).
Sama seperti kemacetan lalu-lintas pada jam² sibuk di ruas² jalan
utama Jakarta seperti Thamrin~Sudirman, GajahMada~HayamWuruk, dsb, yg
hampir setiap hari membuat pusing warga Jakarta, keadaan infrastruktur
jalanan sebenarnya relatif baik² saja. Hanya jumlah pengguna yg tidak
seimbang dgn kapasitas yg ada.
Solusi: Berlangganan pada provider lain, unt dipakai sbg koneksi
cadangan kalau jalur TelkomSpeedy sedang crowded bin letoy.
Sebagai contoh, saat ini ada penawaran berbagai macam paket
(Rp160.000/259.000/350.000/625.000/900.000 per bulan) koneksi broadband
di situs IndosatM2.
Periksa website ISP lainnya unt perbandingan. Perhatikan coverage area
unt mengetahui apakah daerah anda tercakup dalam jangkauan servis
mereka. Kirim e-mail atau telp unt minta informasi lebih lengkap.
- Beberapa peralatan/instalasi yg potensial menjadi sumber gangguan:
AC, kulkas, pompa air, kipas angin, microwave, oven elektrik, telp
nirkabel (termasuk handphone), lampu fluorescent (neon), power adaptor,
monitor, speaker, stabiliser elektro-mekanis, antena (segala jenis,
termasuk built-in wireless antena pada laptop), pemancar radio di
sekitar rumah, booster, alarm system, kabel listrik tua/terkelupas, dsb.
Segala peralatan yg membangkitkan/merubah frekuensi memiliki
potensi menjadi sumber gangguan -- tergantung cara pemakaian peralatan
tsb oleh penggunanya, instalasi, jarak serta orientasi-nya terhadap
perangkat koneksi ADSL (milik user dan/atau milik provider).
Tidak jarang terjadi kondisi perangkat kita (user & provider)
sebenarnya baik² saja, namun sumber interferensi-nya yg terlalu besar
sehingga mengacaukan operasi normal perangkat tsb. Atau, perangkat kita
yg ternyata beroperasi pada kondisi pas²-an (terlalu dekat dgn margin
error) sehingga rentan terhadap perubahan sekelilingnya. Dalam keadaan
seperti itu, gangguan sedikit saja sudah mampu mengacaukan keadaan yg
sebelumnya tampak "normal²" saja.
- Hasil Ping hanya menunjukkan Latency antara satu atau lebih
titik koneksi, tidak bisa dipakai sendirian begitu saja unt
menggambarkan kualitas jaringan. Latency (round-trip time) diukur dari
Pengirim > Penerima > Pengirim (dari Sumber sinyal, ke Penerima,
balik lagi sampai ke Pengirim). Kalau hasil ping jelek, tidak selalu
berarti kualitas jaringannya yg jelek. Bisa jadi si penerima
"sedang-terlalu-sibuk" (over-loaded; over-burdened) unt memberikan
respons -- meskipun bisa berarti juga "under-performance", misalnya
karena salah instalasi dan/atau spesifikasi platform. Atau sinyal ping
corrupt di tengah jalan.
Masalah jaringan terlalu kompleks unt bisa dipecahkan/dianalisa hanya
dgn satu alat ukur; apalagi jaringan global semacam InterNet[works].
Dan 100 alat ukur boleh dipakai dgn cara bagaimanapun, sepanjang
"meteran" tsb tidak dikalibrasi, hasilnya tidak akan pernah akurat.
Jadi tidak perlu posting hasil ping sampai puluhan baris. Cukup
beberapa baris saja (dgn packet size standar, 32 Bytes).
Pelajari baik² cara penggunaan suatu network tool (ping, traceroute,
netsh, whois, netperf, ttcp, dsb) supaya kita jangan sampai salah kena
tuduh sbg "pengacau"... tongue
Misalnya, ping berkali² ke suatu server/situs dalam jangka waktu pendek
bisa diartikan sbg flooding ataupun attack.
Atau posting ping result secara tidak relevan & ber-ulang² di
forum... itu bisa diartikan sbg spamming ... [walaupun aslinya mungkin
dilakukan karena masalah tidak/belum tahu saja]. Seribu baris ping
result di-posting di forum sekalipun tidak bakal merubah keadaan, hanya
akan "mengotori" rumah sendiri, ... toh bukan kita yg punya
TelkomSpeedy, tak iyyae? wink
[edit] GLOSSARY
- Marning = Jagung goreng, keras seperti beras mentah (mungkin lebih tepat unt konsumsi kuda drpd homo sapiens ...) big_smile
- Kulakan [bhs Jawa] = beli untuk dijual lagi
- EMI = ElectroMagnetic Interference (gangguan elektro-magnetis; berbahaya unt semua jenis peralatan elektronik).
- Latency (round-trip time; delay) = Total waktu yg diperlukan
suatu sinyal unt menuju ke sasaran dan kembali lagi ke pembangkitnya.
[edit] Referensi